Renungan Sabda: Lukas 16:10-13 | Minggu, 22 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXV

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

Sumber Gambar: http://www.gbipasko.com/pages/wp-content/uploads/2015/08/Untitled-11.jpg

Hidup untuk Memilih

atau Memilih untuk Hidup

oleh: Fr. Gerardus Rahmat Subekti

Hidup menjadi sebuah pilihan. Setiap hari kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Mau makan apa, minum apa, pakai baju warna apa, dll, merupakan pilihan-pilihan kecil yang ada sehari-hari. Bacaan hari ini mengantar kita untuk merenungkan pilihan yang lebih besar, lebih dari sekedar memilih untuk minum apa, makan apa, pakai baju warna apa tetapi ini soal pilihan kita mengabdi Allah atau mamon. Dua hal yang sepertinya tidak bisa menjadi satu, ketika orang memilih Allah tentunya dia akan meninggalkan mamon, ketika orang memilih mamon tentunya dia akan meninggalkan Allah. Tuhan berkata “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”. Allah adalah sumber hidup yang memenuhi kebutuhan kita supaya kita hidup dan sudah seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kita kehidupan. Sedangkan dengan apa kita menggambarkan mamon? mungkin kita bisa menggambarkan mamon dengan harta yang tentunya mempermudah kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Allah dengan terang-terangan mengatakan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon, lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita dihadapkan pada pilihan seperti itu?

Kebingungan mungkin kita rasakan ketika kita ditanya seperti itu. Kita mau pilih Allah atau mamon? Allah tidak kelihatan sedangkan dalam hidup di dunia harta memberikan kita kemudahan untuk memberi makanan, minuman, pakaian, dll. Hei… tunggu dulu, Allah memang tidak kelihatan tetapi Ia adalah Sang Pencipta yang memberi kita sesuai dengan kebutuhan kita. Harta yang kita miliki di dunia ini merupakan sarana Allah untuk mengasihi kita. “Ketika kelaparan kita minta kepada Allah, Allah tidak serta merta memberi makanan begitu saja, Ia memberikan pekerjaan, dan dari pekerjaan itu kita memperoleh uang atau harta yang bisa kita gunakan untuk membeli makanan”. Allah adalah Sang Maha Memiliki begitu juga dengan mamon yang adalah kepunyaan Tuhan. Allah memberi kita mamon supaya kita ingat akan siapa yang memberi bukan apa yang kita gunakan. Allahlah yang memberi kita harta dan harta itu yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu siapa yang akan kita mengabdi? Apakah Kita mengabdi Allah? Ataukah Kita lebih memilih mengabdi mamon? kita hidup untuk memilih, atau memilih untuk hidup. Hidup untuk memilih berarti kita selalu berada dalam kebingungan dengan pilihan-pilihan yang ada. Dan memilih untuk hidup berarti kita memilih Allah dan Ia yang akan berkarya dalam hidup kita. Kita mempunyai harta untuk mengabdi Allah, bukan malah kita mempunyai harta untuk lupa kepada Allah. []

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Matius 17: 10-13 | Sabtu, 14 Desember 2109 | Pw. Santo Yohanes dari Salib

  Mengenal Sang Immanuel Fr. Yohannes Bramanda R. K.    Semua orang seolah-olah tahu siapa Tuhan. Mereka dapat mengatakan apa saja dengan mengatasnamakan Tuhan; namun apakah...

Renungan Sabda: Lukas 17:20-25 (Kamis, 15 November 2018, Pekan Biasa XXXII)

“PEKA AKAN KEHADIRAN ALLAH”Doa Pembuka      Allah Bapa kami, karena berbagai beban dan kesibukan pekerjaan, acapkali mata dan hati kami tidak peka akan kehadiran-Mu....

1000 Hari Alm. Mgr. Johannes Maria Pujasumarta, Pr

      Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta merayakan peringatan Seribu Hari (Nyewu) meninggalnya Mgr. Johannes Maria Pujasumarta pada hari Rabu, 22 Agustus...

Renungan Sabda: Lukas 17:26-37 (Jumat, 16 November 2018, Pekan Biasa XXXII)

Kasih dalam Sikap dan Perbuatan    Doa Pembuka      Allah Bapa yang Mahapengasih, cinta-Mu kepada kami anak-anak-Mu sungguh tak berkesudahan. Semoga dengan teladan dari Santa Elizabeth...

Matius 23: 23-26 | Selasa, 27 Agustus 2019 – Pw. S. Monika – Ibu St. Agustinus

Ketika keadilan, belas kasih dan kesetiaan terabaikan Seorang munafik adalah aktor atau penipu yang mengatakan satu hal tetapi melakukan yang sebaliknya. Yesus mengangkat masalah...