Renungan Sabda: Luk 9:1-6 | Rabu, 25 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXV

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_padding=”11px|0px|12px|0px|false|false”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

https://www.simple.com/blog/how-to-handle-one-time-income

Yang Penting Yaqueen (yakin)

Fr. Benedictus Aditya Relliantoko

Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan…”

Hari ini kita mendengar perintah Yesus yang mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Dalam tugas perutusan itu, Ia juga mengaruniakan kuasa-Nya kepada para murid untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit. Ia juga memberi syarat sebelum para murid pergi, yakni tidak boleh membawa barang apapun, bahkan bekal makan pun tidak. Perutusan yang unik. Injil juga tidak disebutkan, mengapa para murid tidak protes dengan perutusan itu? Para murid seolah-olah manut saja dengan perutusan dan syarat yang disampaikan Yesus.

Injil hari ini mengingatkan saya akan pengalaman Peregrinasi, yakni kegiatan berjalan kaki ke suatu tempat yang dituju dengan membawa barang seperlunya. Ketika itu saya dan seorang kawan diutus untuk berjalan kaki ke Gua Maria Sriningsih, Klaten. Perjalanan dimulai dari kota Semarang dengan menempuh waktu selama tiga hari dua malam. Untuk makan dan minum kami hanya mengandalkan kebaikan orang-orang yang kami temui di jalan. Bagi saya pribadi, perjalanan peregrinasi merupakan tantangan untuk struggle, karena saya benar-benar merasakan menjadi seorang gembel (orang gila). Siapa mau coba disuruh berjalan kaki tanpa membawa bekal? Ditambah lagi penampilan yang sangat dekil dan bau karena jarang mandi. Namun dari pengalaman peregrinasi itu, karya Tuhan sungguh nyata. Saya senang dengan menyebutnya the invinsible hands, “tangan-tangan yang tak kelihatan”.

Kata “yaqueen” di atas merupakan plesetan dari kata ‘yakni’. Kata ini sempat viral di jagat maya dan di kalangan kawula muda. Kalimat panjangnya adalah “Mcqueen, Yaqueen” atau artinya semakin yakin. Dalam Injil, Yesus bersabda kepada para murid-Nya untuk “jangan membawa apa-apa…”, hal itu memang dibenarkan. Sebab Yesus mempunyai maksud dari syarat perintahnya itu bahwa Ia yang memanggil mereka, Ia pula yang akan menggenapinya. Ia ingin mengajak para murid-Nya untuk mcqueen yaqueen atau semakin yakin akan segala hal yang terjadi dalam perutusan itu nanti. Namun dalam hidup ini, seringkali kita kurang merasa yakin akan apa yang terjadi selanjutnya. Rasa khawatir atau takut timbul selalu muncul untuk meragukan penyertaan Tuhan, padahal Ia senantiasa beserta kita. Penyertaan-Nya bagaikan fajar pagi yang senantiasa pasti. Sebagai orang beriman, masih yakinkah kita akan penyertaan Tuhan? Lalu bagaimana jika Yesus mengutus kita di jaman now untuk mewartakan tanpa membawa bekal apapun, bersiap sediakah kita diutus? []

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 | Kamis 12 September 2019 – Hari Minggu Biasa XXIV

  Siapa identitas orang Katolik? Fr. Bonaventura Dwi Putra   Ada pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Masyarakat Indonesia kerap kali merunut atau menghubungkan...

Komunitas Seminari Tinggi 2020/2021

Komunitas Seminari Tinggi 2020/2021

Renungan Sabda: Lukas 14:15-24 | Selasa, 05 November 2019 | Hari Biasa Pekan XXXI

DOSA KEMALASAN Fr. Nicolaus Surya Pradana““Tetapi mereka bersama-sama minta dimaafkan. (Luk 14:18)”   “Tetapi mereka bersama-sama minta dimaafkan.” (Luk 14:18) Perikop ini menjadi sebuah permenungan yang...

Renungan Sabda: Yoh 20:19-31 | Minggu, 19 April 2020 | Hari Minggu Paskah II

YESUS HADIR, MARI BERAKSI   Oleh: Fr. Bonifatius Putra A.      Penyebaran Covid-19 atau Virus Corona telah melumpuhkan berbagai aktivitas manusia seperti di bidang pendidikan,...

Renungan Sabda: Luk 11:29-32 (Senin Pekan XXVIII-B)

"Tanda Kehadiran Tuhan" Doa Pembuka Allah pengasih dan penyayang, Engkaulah sumber keselamatan bagi kami. Kami mengucap syukur atas setiap sapaan dari padaMu yang boleh kami rasakan...