Renungan Sabda: Luk 21:5-19 | Minggu, 17 November 2019 | Hari Minggu Biasa XXXIII

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.21″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 sumber gambar: https://images.app.goo.gl/aw1ebcnhd6E11aTH6

 

 

Hari Tuhan

 

oleh: Fr. Bonifasius

 

 

 

Arti dan Cara Menyongsong Kedatangan Hari Tuhan

 

Bapak, Ibu, serta Saudara-i yang terkasih, hari ini kita mendengar istilah yang cukup akrab dengan telinga kita, yaitu Hari Tuhan. Kita bisa bertanya, “Apa arti Hari Tuhan bagi kita dan apa yang harus kita lakukan untuk menyongsongnya?” Kitab Maleakhi menyebut Hari Tuhan sebagai hari bagi kita untuk merasakan “terbitnya surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya” (Mal 4:2a). Maleakhi memahami Hari Tuhan sebagai hari yang penuh sukacita karena hari penyelamatan telah datang. Hari Tuhan bukanlah hari yang menakutkan atau mengerikan. Rasul Paulus menjelaskan cara yang harus kita lakukan untuk menyongsong kedatangan Hari Tuhan itu, yaitu “tetap tenang (dalam) melakukan pekerjaan (kita masing-masing)” (2Tes 3:12). Paulus mengajak kita untuk tetap setia melakukan tanggungjawab kita dalam aneka tugas dan profesi.

 

Hari Tuhan itu Saat ini

 

Injil Lukas menjelaskan arti Hari Tuhan bagi umat Kristiani. Karena iman akan Kristus, kita yang sebelumnya merasa baik-baik saja, mulai berpikir kalau kita itu sejatinya berada dalam keadaan yang tidak pantas, merasa kotor dan berdosa. Kita menyaksikan diri kita yang hidup jauh dari perintah Kristus untuk mengasihi Allah dan sesama. Kesadaran itu mentransformasi atau mengubah hidup kita untuk mulai memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia ini. Kenyataannya, perjuangan itu berhadapan dengan aneka tantangan dan kesulitan. Karena memperjuangkan nilai kejujuran, kita disingkirkan. Karena memperjuangan nilai keadilan, kita dijauhi. Karena memperjuangkan nilai cinta kasih, kita dibenci.

 

Meskipun demikian, Yesus meminta kita untuk tetap bertahan dan berjuang dalam melakukan kebaikan dan cinta kasih kepada sesama. Ia akan memberikan hikmat yang memberi daya bagi kita untuk tetap bertahan dan berjuang. Jangan sampai karena tantangan dan kesulitan yang kita hadapi, kita malah menjadi serupa dengan orang-orang yang hidup dalam cara yang tidak benar. Semoga pada Hari Tuhan, kita didapati tetap setia pada tanggung jawab kita untuk memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah sebab Yesus bersabda, “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk 21:19).

 

 

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Lomba Film Pendek – “Journey for A Dream”

    Silakan isi Formulir Pendaftaran di bawah ini! Terimakasih!Loading...

Renungan Sabda: Efesus 5:21-33 (Selasa Pekan XXX–B)

Belajar Rendah Hati Doa Pembuka Allah Bapa Maha Pengasih, Engkau senantiasa hadir untuk menyertai umat-Mu dalam setiap perutusan yang kami jalani. Kami mohon, semoga melalui sabda-Mu,...

Renungan Sabda: Luk 8 : 19-21 (Selasa Pekan XXV-B)

BERCERMIN   Doa Pembuka Tuhan Yesus yang Maha Kudus, terimakasih untuk waktu yang boleh kembali kami rasakan dan Engkau ijinkan kami menikmati anugerah hidup dariMu. Terangilah budi...

Renungan Sabda: Luk 2:33-35 (Pw. S.P Maria Berdukacita)-(Sabtu XXIII-B)

"Tetap Mengasihi Meski Menderita" Doa Pembuka Allah Bapa kami, Engkaulah sumber kebijaksanaan, syukur atas anugerah penyertaan-Mu. Kami mohon berkat-Mu, semoga memampukan kami untuk semakin berani berjuang...

Renungan Sabda: Lukas 9:7-9 | Kamis, 26 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXV

Sumber gambar: Dokumen pribadi KASIH YANG LEBIH DALAM Fr. Konstantinus AjiTetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?"...