Renungan Sabda: Matius 11:11-15 | Kamis, 12 Desember 2109 | Hari Biasa Pekan Adven II (U)

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row custom_padding=”11px|0px|12px|0px|false|false” admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

pELAYANAN DAN pENGABDIAN

Fr. A.G. Rista Kusnar Prabawa

“Barang siapa menanam, dia pulalah yang akan memetik buahnya.

    Bacaan injil hari ini berbicara tentang pribadi Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis merupakan tokoh yang menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan sekaligus dia yang menjadi jembatan antara kitab Perjanjian Baru dan kitab Perjanjian Lama. Yohanes Pebaptis dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat dan daya juang yang luar biasa dalam mempersiapkan jalan kedatangan Yesus Kristus ke Dunia.
    Sejauh saya merenung-renungkan bacaan injil hari ini, saya merasa bahwa Yesus hendak mengajak kita semua untuk mau belajar dari tokoh Yohanes Pembaptis. Kita semua bisa belajar dari sikap pelayanan dan pengabdiannya dalam misinya untuk mempersiapkan jalan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke Dunia.
     Ketika saya menatapkan pada pengalaman hidup, saya oleh Allah di ingatkan pada sebuah pengalaman ketika saya menjalani assistensi Paskah di Paroki Karanganyar tepatnya di stasi Bonoharjo. Selama kurang lebih tiga hari saya melakukan asistensi ditempat tersebut. Selama disana saya mencoba untuk melibatkan diri juga dalam seluruh proses persiapan ekarisiti, baik kamis putih, jumat Agung, dan malam Paskah. Ketika saya melihat kembali pengalaman tersebut dan merefleksikannya, saya menjadi sadar bahwa untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan itu butuh daya juang dan perngorbanan. Daya juang untuk mempersiapkan macam-macam, mulai dari tempat, bunga arltar, alat-alat liturgy, dll. Lalu, pengorbanan yaitu mengorbankan waktu, dll. Namun, semua itu akan terbayar dengan suka cita bersama, karena Tuhan hadir dalam Ekaristi yang sudah dipersiapkan dengan baik. Maka, banyak orang mengatakan; barang siapa menanam, dia pulalah yang akan memetik buahnya.[]

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Kamis, 7 Mei 2020| Hari Biasa Pekan Paskah IV | Kis 13:13-25 dan Yoh 13: 16-20

  Doa Pembuka      Allah Mahapengasih, kami percaya kepada Mu bahwa telah sepanjang segala abad Engkau melindungi kami umat Mu yang berdosa ini. Kami mohon...

Renungan Sabda: Markus 7:31-37 (Jumat Biasa Pekan V)

Relasi dengan Allah yang MengubahDoa Pembuka     Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur atas cinta kasih yang Kau berikan kepada kami. Bantulah kami untuk...

GEREJA

GEREJA ----------   Kala senja mengakhiri pengharapan, Rembulan datang memberi kekuatan. Kala bumi aktif sendiri, Rembulan setia menyinari.  Bumi berputar tanpa disadari. Begitu pula jantung tak akan berhenti. Meski engkau seenak hati, Dia tetap...

Dirgahayu 50th! Rumah Pejuang Mimpi

         Berbicara mimpi, tidak berhenti hanya di imajinasi. Mimpi bersambung dengan visi, misi, strategi dan aksi untuk meraihnya. Begitu pula yang...

STRONGER

The flag that burn our brain. A freedom that bring a promise, Red and white that symbolized a true effort, Red and white that bring a hero...