Renungan Sabda: Matius 17: 10-13 | Sabtu, 14 Desember 2109 | Pw. Santo Yohanes dari Salib

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Mengenal Sang Immanuel

Fr. Yohannes Bramanda R. K.

    Semua orang seolah-olah tahu siapa Tuhan. Mereka dapat mengatakan apa saja dengan mengatasnamakan Tuhan; namun apakah mereka sungguh-sungguh tahu dan mengenal Tuhan? Bagaimana dengan kita, apakah kita mengenal Tuhan? Jika Yesus hadir di zaman modern ini, apakah aku dapat mengenali-Nya?
    Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali menggelitik hati nurani kita. Bagaimana kita dapat mengenal Tuhan jika kita tidak pernah berjumpa dengan-Nya? Relasi kita dengan Tuhan tumbuh dari perjumpaan-perjumpaan yang kita alami melalui pengalaman rohani. Ada macam-macam pengalaman rohani yang bisa kita peroleh, entah ketika kita sedang berdoa atau pun ketika kita sedang melaksanakan tugas kita sehari-hari sebagai orangtua, anak, guru, pegawai kantor, pedagang, dsb. Kita dapat berjumpa dengan Tuhan melalui setiap kegiatan yang kita lakukan. Ketika kita sering berjumpa dengan Yesus dan sungguh-sungguh mengenal-Nya, maka kita tidak perlu khawatir apabila kita mungkin melewatkan-Nya, tidak seperti ahli-ahli Taurat yang tidak dapat mengenali nabi Elia yang hadir dalam diri Yohanes Pembaptis. Yesus pun berkata, “Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.” Para ahli Taurat tidak mampu mengenal Elia karena mereka tidak pernah berjumpa dengannya, padahal perjumpaan itu sendiri tidak memiliki batas-batas yang dapat terukur. Perjumpaan merupakan sikap hati yang terbuka yang menunut kerendahan hati. Meskipun terpaut jarah 2000 tahun, toh kita masih dapat mengenal dan berjumpa dengan Yesus hari ini, besok, dan selamanya.
        Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Santo Yohanes dari Salib yang kita peringati hari ini. Ia menjadi pembaharu Ordo Karmel agar dapat semakin mengenal dan berjumpa dengan Yesus, terutama dalam hal kemiskinan. Bersama-sama dengan Santa Theresia dari Avila, ia mencoba solider dengan orang-orang miskin dengan tidak mengenakan kasut. Para pengikut mereka kemudian dikenal dengan Ordo Kamel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarium Discal¬cae-torum atau O.C.D.). Semoga kita dapat meneladan semangat Santo Yohanes dari Salib supaya dapat lebih mengenal dan berjumpa dengan Yesus dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.

 

Sumber foto: https://www.karsanusantara.com/perjumpaan-ada-perpisahan/

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 4:31-37 | Selasa, 3 September 2019 – Pw S. Gregorius Agung, Paus PujG (P)

Sumber: pinterest.com MELIHAT DENGAN HATI oleh Fr. Yohanes Yayan Riawan             Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang orang-orang Kapernaum yang takjub dan heran akan apa yang dilakukan...

Renungan Sabda: Luk 9 : 46-50 (Senin Pekan XXVI-B)

"Menjadi Seperti Anak Kecil" (Pesta Santa Theresia Kanak-kanak Yesus)   Doa Pembuka Bapa yang penuh kasih, terimakasih atas segala berkat-Mu yang boleh kami terima hingga sampai saat ini,...

Matius 23: 23-26 | Selasa, 27 Agustus 2019 – Pw. S. Monika – Ibu St. Agustinus

Ketika keadilan, belas kasih dan kesetiaan terabaikan Seorang munafik adalah aktor atau penipu yang mengatakan satu hal tetapi melakukan yang sebaliknya. Yesus mengangkat masalah...

Renungan Sabda: Lukas 5:1-11 (Minggu Biasa Pekan V)

"Tuhan Yesus Melihat"Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau senantiasa memberikan kesempatan kepada kami setiap hari. Engkau telah menganugerahkan hati yang tulus dan baik bagi...

Renungan Sabda: Kolose 3:12-21 | Minggu, 29 Desember 2019

  Menjaga Keluarga oleh: Fr. Oot ChristianKeluarga adalah Gereja mini. Mulai dari keluarga, kasih Allah diajarkan dan dibagikan. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Tetapi...