Renungan Sabda: Luk 1:1.26-38 | Jumat, 20 Desember 2019 | Hari Minggu Adven III

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

Sumber Gambar: http://www.sesawi.net/pelita-hati-24-03-2018-sukacita-iman/

Kabar Sukacita???

Fr. Felix Kris Alfian

 

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

Luk 1:38

            Bacaan Injil hari ini berbicara tentang kisah kabar suka cita.. hmmm…. kabar sukacita ya. Ya.. Gereja menyebutnya sebagai kabar sukacita. Kalau coba kita cermati sebuah makna dari “kabar sukacita” ini, maka kita akan menemukan sebuah refleksi yang mendalam.

            Peristiwa “Kabar sukacita” ini mengisahkan Maria yang didatangi Malaikat. Jika kita bayangkan atau kontemplasikan, pengalaman didatangi malaikat adalah pengalaman yang mungkin menegangkan, tidak menyangka, ndlongop atau bahkan takut; percaya tidak percaya. Mungkin demikianlah perasaan Maria. Campur aduk ketika ia didatangi oleh Malaikat. Yang kedua, peristwa yang disebut sebagai “Kabar Sukacita” itu penuh konsekuensi. Bunda Maria dari ketakutannya berjumpa dengan malaikat, mendapat kabar yang sulit ia percaya bahwa ia akan mengandung sebelum ia bersuami. Suatu berita yang sangat mengejutkan bukan? Mungkin juga bukan hanya mengejutkan tetapi mengkhawatirkan. Ada kekhawatiran bahwa bisa jadi Maria akan diceraikan Yusuf tunangannya, bisa jadi ia kena hukuman rajam karena hamil di luar nikah dengan dugaan perzinahan, bisa jadi ia disingkiri banyak orang. Nama baik Maria bahkan nyawanya dipertaruhkan karena sebuah kisah yang dalam refleksi, kita sebut sebagai “Kabar Sukacita”. Kita lihat bahwa di balik “Kabar Sukacita” terkandung derita yang sangat dalam. Bukan hanya itu, konsekuensi lanjut adalah Maria harus siap menanggung penderitaan sampai melihat Putra-Nya disalibkan dan wafat. Suatu “Kabar Sukacita” yang mendalam bukan?

            Akhirnya kita dapat merefleksikan demikian. Suatu sukacita yang mendalam itu bukan soal hura-hura, bukan soal sorak-sorai dalam ke-glamor-an. Sukacita yang mendalam adalah seperti Bunda Maria. Ia mau berkorban, mau menderita, mau memasuki zona tidak nyaman demi sukacita banyak orang. Dan kita mengimani bahwa itulah sukacita Bunda Maria yaitu mau memasuki zona tidak nyaman demi sukacita dan kebahagiaan orang banyak karena ia adalah sarana kehadiran Kristus Sang Penyelamat di dunia sumber sukacita kita.

            Natal tinggal menghitung jari di satu tangan kita. Sudahkah aku mau berkorban untuk kebahagiaan banyak orang? Sudahkah aku memiliki perjuangan bagi orang lain? sudahkah aku mau berada dalam ketidaknyamanan demi orang lain? sudahkah aku membawa sukacita terdalam bagi orang lain? sudahkah aku menjadi berkat bagi orang lain?

            Selamat mempersiapkan Perayaan Natal, masih ada lima hari untuk memperjuangkan suka cita terdalam itu agar natal kita dapat semakin bermakna. Berkah Dalem. []

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Renungan Sabda: Luk. 11: 27-28 | Sabtu, 12 Oktober 2019 | Hari Biasa

https://blog.gugukmeong.com/uploads/images/image_650x433_5cac1ca347c89.jpg Memelihara Sabda Allah Fr. Feremenatos Oktafilio Adi Prasetya“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya”     Barangkali kita memiliki pengalaman menarik terkait kegiatan...

Renungan Sabda: Lukas 9:43b-45 | Sabtu, 28 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXV

Sumber Gambar:https://sangsabda.files.wordpress.com/2014/12/stations3-12.jpg Pemahaman akan Yesus oleh: Fr. Dominikus Setio HaryadiBacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang sedang berbicara kepada para murid-Nya mengenai keadaan hidup-Nya yang akan...

Renungan Sabda: Luk 15:1-10 (Kamis, 8 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

"Pengampunan Dari Bapa" Doa Pembuka Ya Allah Bapa Yang Maharahim pengampunan-Mu adalah kerinduan hati kami. Di sanalah terletak Cinta Kasih-Mu yang begitu besar kepada kami anak-anak-Mu....

Renungan Sabda: Luk. 21:12-19 (Rabu, 28 November 2018)

"Menderita Untuk Mulia"Doa Pembuka Allah Bapa sumber kekuatan dalam hidup kami, perkenankanlah kami agar senantiasa menyadari diri kami sebagai orang yang Engkau pilih untuk saling...

Renungan Sabda: Lukas 6: 12-19 | Selasa, 10 September 2019 | Minggu biasa ke XXIII

  MemilihFr. Vincentius Ferdi BayuajiSetiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan – pilihan. Bahkan hal itu selalu sudah kita mulai ketika kita bangun tidur. Kita...