Renungan Sabda: Hari Senin Biasa Pekan Paskah II | 20 April 2020

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Verdana”]

LAHIR KEMBALI

 

oleh Fr. Alfa Amorista

 

      Lahir kembali. Apakah mungkin? Kita tidak mungkin kembali ke rahim ibu dan terlahir kembali di rumah sakit bukan? Di dalam Injil Yohanes yang kita simak hari ini, Nikodemus mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan Yesus soal lahir kembali. Jawaban daripadanya pun sama dengan apa yang kita pikirkan. Mana mungkin kita dilahirkan kembali? Namun Yesus mencoba untuk memberi penjelasan soal lahir kembali. Yesus menyampaikan kepada Nikodemus bahwa : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Fokus dari kata “lahir kembali” versi Yesus adalah seseorang dilahirkan kembali dalam air dan roh. Manusia dilahirkan kembali dalam air yang melambangkan kesegaran dan kemurnian sementara roh melambangkan semangat untuk mau dituntun dan diarahkan. Lalu apa artinya dilahirkan dalam air dan roh?

            Dilahirkan dalam air dan roh dapat diartikan sebagai usaha dari dalam diri manusia untuk mau memperbarui hidupnya, menyegarkan panggilannya sebagai ciptaan. Manusia ditantang menjadikan dirinya baru. Apa artinya baru? “Baru” di sini berarti munculnya semangat untuk mau memperbaiki apa yang masih harus diperbaiki dalam hidupnya, misalnya jika biasanya setelah bangun pagi langsung ke kamar mandi tanpa membereskan selimut, pada akhirnya tersadar akan pentingnya menjaga kerapian selimut sehingga ia mau berkomitmen untuk membereskan selimut sebelum berangkat mandi. Menjadi “baru” dapat dimulai dengan hal-hal yang sederhana, tidak harus muluk-muluk. Menjadi pribadi yang “baru” mampu membuat diri kita menjadi lebih “fresh”, bergairah dan memiliki hasrat untuk mengupayakan hal positif. Untuk menjadi baru, manusia membutuhkan “roh” yang membimbingnya. Roh inilah yang menjadi penyerta, pendukung dan penggerak.

            Tuhan Yesus mau agar kita lahir kembali dalam air dan roh. Tanpa sebuah kelahiran kembali, manusia akan hidup di tata hidup yang sama dan enggan mengoreksi diri. Lewat injil hari ini, Tuhan Yesus mau menyapa kita agar menjadi pribadi yang “fresh”, yang mampu menginspirasi banyak orang untuk menjadi pribadi yang lahir kembali. Tuhan Yesus menginginkan kita menjadi pribadi yang mampu bertransformasi, bermetamorfosis.

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Mrk. 5:1-20 (Senin, 4 Februari 2019 Pekan Biasa IV)

"YANG TERUTAMA ADALAH KEMULIAAN ALLAH"Doa Pembuka Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari...

Renungan Sabda: Matius 22: 34-40 | Jumat, 23 Agustus 2019 – Hari Biasa Pekan XX

Upaya Mempermalukan Yesus Injil hari ini diawali dengan komentar yang merujuk pada pengajaran Yesus sebelumnya yang membuat orang Saduki bungkam: “Ketika orang-orang Farisi mendengar,...

Cerdas-Cermat BKSN ala Frater

          Jika kita diminta untuk mengikuti lomba Cerdas-Cermat, barangkali kita merasa perlu menyiapkannya secara serius dan tidak dapat dadakan karena dibutuhkan...

Renungan Sabda: Luk 9:46-50 | Senin, 30 September 2019 | Pw S. Hieronimus

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Ketulusan dalam pelayanan oleh: Fr. FX. FebriantoDalam bacaan Injil pada hari ini dikisahkan bahwa para murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di...

Renungan Sabda: Yoh 1: 1-18 | Selasa, 31 Desember 2019 | Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Sumber Gambar: https://merahputih.com/media/15/32/74/1532745b2aade3c16dcb90ccb50d33b1.jpgHidup ini Indah karena Kristus Fr. Yohanes Oktantra Prasetya Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam...