Renungan Sabda: Luk 24: 13-35 | Minggu 26 April 2020 | Hari Minggu Paskah III

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Verdana”]

 

Saksi Tuhan

Fr. Andri

 Pada bacaan untuk minggu ini mengisahkan tentang penampakan Yesus kepada dua murid yang berjalan di Emaus. Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus” (Luk 24: 13). Hal menarik dari kisah ini adalah Yesus justru menampakkan Diri kepada mereka yang dianggap bukan orang-orang penting. Dua orang murid itu bukanlah termasuk dari 11 rasul Yesus. Bahkan tentu kita masih ingat bahwa Yesus menampakkan Diri pertama kali justru kepada Maria Magdalena. Dapat dikatakan di sini bahwa bilangan 11 rasul yang tersisa, yang notabene nantinya menjadi pemimpin jemaat justru malah tidak menjadi kelompok pertama yang mendapat penampakan Yesus. Refleksi yang dapat diangkat adalah kebangkitan Yesus pertama-tama berkarya kepada mereka yang berasal dari golongan kecil bahkan yang tidak dianggap oleh masyarakat sekalipun. Yesus malah memilih orang-orang sederhana tersebut untuk menjadi pewarta kebangkitan-Nya. Dengan demikian kita tidak perlu takut dan minder untuk mewartakan Yesus di dunia ini. Kita yang penuh dosa, tidak pantas bahkan tidak memiliki kontribusi penting di masyarakat ini sebenarnya mampu menjadi alat Tuhan untuk mewartakan sukacita kebangkitan. Marilah kita wartakan Tuhan di setiap langkah laku hidup kita setiap hari.

 

Sumber gambar :

https://penakatolik.com/wp-content/uploads/2017/04/Emaus.jpg

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda:Luk 21:5-11 (Selasa, 27 November 2018)

"Peka dan Waspada akan Tanda-tanda Zaman, Siapa Takut?"Doa Pembuka Ya Allah Tuhan kami, bantulah kami untuk mempunyai sikap iman yang waspada terhadap segala sesuatu yang...

Rindu

RINDU Saat waktu terus memburu Membuat senja merajuk padam Tuk kembali rehat dulu Hingga kembali menyingsing kemilau   Mungkin inikah suatu pertanda? Kepadanya yang tlah berlalu Dimakan memori masa lalu Masa yang tlah...

Ayo Dadi Suluh, Sulur, lan Suluk !

        Pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu, komunitas Seminari Tinggi St. Paulus mengikuti instruksi pembinaan dan dinamika kehidupan seminari dari Rm....

Y.O.U.N.G

I wash my blood, When I see a map in the sky. Ready to show the strength, I feel a goal in my breath. .   Believing a footprint, I tell...

GEREJA

GEREJA ----------   Kala senja mengakhiri pengharapan, Rembulan datang memberi kekuatan. Kala bumi aktif sendiri, Rembulan setia menyinari.  Bumi berputar tanpa disadari. Begitu pula jantung tak akan berhenti. Meski engkau seenak hati, Dia tetap...