Renungan Sabda| Jumat, 2 Mei 2020| PW St. Athanasius

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”ABeeZee”]

Teguh dalam Iman

Fr. Saptono

 

    Saudara-saudari yang terkasih, berkah Dalem. Dalam permenungan kali ini, saya tertarik untuk merenungkan kata “menggoncangkan imanmu” (Yoh 6: 61). Sebelum saya memulai renungan, saya hendak bercerita. Suatu ketika, ada orang berkata; Saya berani menghadapi tantangan, kesulitan, dll, untuk membela iman saya. Saya berani berkorban, wani nggetih (katanya dalam bahasa Jawa). Namun pada suatu ketika, dia dihadapkan pada kesulitan yang hebat. Kesulitan itu membuat imannya terguncang sehingga mengeluh; kalau begini saya lebih baik pergi saja (keluar dari imannya). Rasanya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan tindakannya. Imannya diguncang oleh permasalahan.

    Cerita itu berbeda sekali dengan apa yang dialami oleh Santo Athanasius, yang diperingati saat ini. Athanasius adalah Uskup dan Pujangga Gereja. Athanasius lahir tahun 295 di Alexandria. Athanasius dikenal karena membela ajaran keallahan Yesus Kristus melawan bidaah Arianisme –kelompok yang menganggap bahwa Yesus adalah “antara” Allah dan manusia. Yesus bukan manusia tetapi juga bukan Allah tetapi di tengah-tengahnya. Ajaran Arianisme ini hendak memecah belah Gereja. Athanasius dengan berani melawan Arianisme. Perlawanan terhadap ajaran Arianisme membuat Athanasius harus mengalami berbagai kesulitan. Athanasius harus meninggalkan kotanya paling tidak lima kali. Athanasius juga dibuang selama tujuh belas tahun. Meski pengalaman berat menimpanya, Athanasius tidak terguncang imannya.

    Athanasius berpegang teguh pada imannya. Imannya tidak hanya dikatakan tetapi juga diungkapkan dengan tindakan. Santo Athanasius menjadi teladan yang sangat baik untuk menghidupi iman kita. Kita diajak untuk menghidupi iman tidak hanya dengan kata-kata tetapi tindakan. Dengan begitu, kita akan terbiasa dengan kesulitan atau tantangan dalam menghidupi iman. Kesulitan itu yang menjadi pembelajaran kita untuk semakin memperkuat iman kita. Kita tidak akan mudah terguncang imannya ketika mengahadapi kesulitan atau tantangan seperti Santo Athanasius. Dimuliakanlah Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/26/Ikone_Athanasius_von_Alexandria.jpg

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 17:11-19 | Minggu, 13 Oktober 2019 | Hari Minggu Biasa XXVII

http://www.lovethispic.com/uploaded_images/55065-Broken-Friendship.jpg Kanca Tipis Fr. Andri Ristanto“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah?”     Judul renungan ini sering kali kita dengar terkhusus bagi anak-anak...

Renungan Sabda: Luk 14:15-24 (Selasa, 6 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

"PEDULI DAN TANGGAP"Doa Pembuka      Tuhan Allah kami, ajarilah kami untuk setia mendengarkan dan melaksanakan sabda-sabda-Mu di dunia ini, agar kami pun memperoleh kebahagiaan...

Sarang CCA Se-Kabupaten Sleman: “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan”

   Sabtu, 29 September 2018, kompleks Seminari Tinggi St.Paulus Kentungan dan Fakultas Teologi Wedabhakti menjadi sarang bagi 350-an siswa SD dan puluhan guru. Mereka...

Renungan Sabda: Markus 9:38-43,45,47-48 (Minggu Pekan XXVI)

" Hati Terbuka dan Berpikir Positif " Doa Pembuka Allah Bapa sumber cinta kasih, kami mengucap syukur kepada-Mu atas segala berkat dan dan anugerah yang telah...

Mencari…

Mencari...   Menatap bulan purnama Ditemani bisikan lembut angin Yang menyanjung hati risau Diiringi oleh melodi kalbu   Arus Distorsi mengacaukan Permenungan tujuan Pudarkan fiksi khayal Sempat terlintas membisu   Tenangkan gejolak di dada Yang mempertanyakan segala Keberadaan...