Renungan Sabda: Yohanes 10:22-30 | Selasa, 05 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan IV Paskah

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Verdana,ABeeZee”]

 

Bebal vs Buka Hati

Yonas Bastian

      Pernahkah kita merasa bebal dalam hidup ini? Atau kepada orang yang tidak mau percaya, ngeyel, sering kita katakan pada mereka: “dasar bebal!” Bebal di sini tidak hanya berarti tidak mudah percaya, tetapi juga tidak cepat menanggapi. Bisa jadi orang begitu keras hati dan keras kepala sehingga tidak mau percaya. Atau, kemungkinan lain, orang tidak mau percaya karena memiliki persepsi yang kurang, mengingat kata bebal seringkali dekat dengan kata bodoh atau tidak berpikiran tajam. Dengan demikian, bebal memiliki arti yang luas.

     Injil hari ini memperlihatkan pada kita bahwa ada kebebalan dalam diri orang Yahudi yang bertanya pada Yesus. Mereka ingin meminta ‘bukti’ dari Yesus kalau Ia adalah seorang Mesias. Tetapi apa kata Yesus? Yesus telah mengatakan dan menunjukkan semua bukti, dan Ia juga mengecam ketidakpercayaan mereka. Kata ‘tidak percaya’ dikatakan Yesus dua kali (ayat 25 dan 26). Dalam Injil tampak bahwa Yesus pun menangkap ketidakpercayaan orang Yahudi. Hanya saja, kebebalan mereka bukan merupakan kebebalan secara intelektual karena seperti yang kita ketahui, orang-orang Yahudi yang suka bersoal jawab dengan Yesus seringkali hanya ingin menguji Yesus. Maka dari itu, bisa dikatakan kebebalan orang Yahudi adalah kebebalan hati, karena mereka tidak mau menerima semua bukti yang ditunjukkan Yesus.

    Yesus menegaskan bahwa siapa yang tidak percaya kepada-Nya, tidak akan masuk ke dalam ‘kawanan-Nya’ (ayat 26). Karena kebebalan hati orang Yahudi, mereka tidak masuk sebagai umat pilihan dan tidak mendapat jaminan kehidupan kekal (ayat 28). Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang ingin masuk ke surga sudah sepantasnya mau membuka hatinya untuk percaya pada Tuhan, tidak cukup hanya mengerti Tuhan dengan akal budi saja. Maka dari itu, mari kita membuka hati kita untuk menerima Tuhan.

   Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, kita diajak untuk mau membuka hati pada situasi konkret hidup kita. Tetap tinggal di rumah, misa online, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, menjadi saat untuk membuka hati pada Tuhan melalui kepedulian terhadap sesama. Semua cara baik yang diupayakan itu membuktikan iman kita. Kalau kita bebal dan hanya menuruti kemauan kita, bukan hanya kita saja yang terkena dampaknya, tetapi orang-orang di sekeliling kita. Maka, mari kita mau membuka hati, mau bersolider pada sesama kita.

Sumber gambar:

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160621/alvernas-cover-ab1e794432dc1271cb8710a967fd0d6e_600x400.jpg

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Mrk 10:35-45 (Minggu Biasa Pekan XXIX-B)

"Misi: Mewartakan Injil Suci" Doa Pembuka Allah Bapa kami, kami bersyukur atas rahmat kehidupan yang Engkau berikan kepada kami. Pada hari Minggu Misi ke 92 ini,...

Renungan Sabda: Matius 18 : 1-5.10 (Selasa Pekan XXVI-B)

"Jadilah Malaikat Pelindung" Doa Pembuka Allah Bapa Sang Sumber Cinta Kasih, pada kesempatan ini kami mengucapkan syukur karena Engkau telah memberikan kepada kami, malaikat-malaikat pelindung bagi...

Renungan Sabda: Luk 7 : 31-35 (Rabu Pekan XXIV-B)

"Thanks God, You Are The Reason"   Doa Pembuka Ya Allah Bapa Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami karunia cinta kasih-Mu yang tiada batasnya bagi hidup kami. Ajarilah...

Keindahan Alam

Keindahan Alam    Suatu pagi yang membahagiakan. Suara orang terdengar saling membangunkan. Cuaca cerah meski berawan. Kehadiran Sang Surya memberi kesegaran.   Meski orang asyik dengan kelompok sendiri. Namun pemberian diri masih...

Renungan Sabda: Matius 5:1-12a (Kamis Pekan XXX-B)

"Teladan orang-orang Kudus" Doa Pembuka Allah Bapa yang mahapengasih, kami mengucap syukur atas orang-orang yang telah merelakan dirinya untuk mampu hidup kudus seturut kehendak-Mu. Ya Bapa,...