Renungan Kamis, 7 Mei 2020| Hari Biasa Pekan Paskah IV | Kis 13:13-25 dan Yoh 13: 16-20

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Trebuchet,Autour One”]

 

Doa Pembuka

     Allah Mahapengasih, kami percaya kepada Mu bahwa telah sepanjang segala abad Engkau melindungi kami umat Mu yang berdosa ini. Kami mohon rahmat keteguhan hati dan kepercayaan selalu akan Dikau Sang penyelenggara dan sumber segala kehidupan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin

Renungan

     Bacaan injil pada hari ini mengajarkan kepada kita akan Yesus yang sangat mencintai umat-Nya. Berkisah mengenai Yesus yang membasuh kaki para murid, kemudian Yesus memberi pesan kepada para muridnya untuk melakukan hal yang sama yaitu membasuh saling membasuh kaki. Peristiwa membasuh kaki dalam kehidupan manusia erat berhubungan dengan pelayanan dan juga rasa cinta anak dengan orangtua. Persis, pelayanan dan cinta ini adalah hal yang hendak diajarkan Yesus kepada para murid. Namun yang terjadi pada waktu itu adalah para murid tidak juga paham akan hal ini. Meskipun demikian Yesus tetaplah setia hingga ia menuju salib sengsara, wafat dan kemudian bangkit.

  Dalam bacaan pertama Rasul Paulus mengisahkan secara singkat bagaimana jatuh bangun Bangsa Israel dalam mengikuti Allah. Berkali-kali Bangsa Israel tidak setia dan terlihat cenderung ingin melakukan apa yang mereka inginkan. Keterbukaan hati akan kasih Allah adalah hal yang tidak dimiliki oleh Bangsa Israel dan juga para murid. Para murid terbuka hatinya setelah mengetahui bahwa Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka.. Pada sisi yang lain Bangsa Israel menjadi sangat percaya ketika mereka mendapatkan kebaikan atau hal yang menggembirakan.

     Kehidupan manusia akan selalu penuh dengan perkara dan berbagai hal yang menggembirakan pula. Bertolak dari bacaan hari ini kita diajak untuk memahami betapa setianya Allah dalam mendampingi dan menyertai kehidupan manusia. Tidak hanya menyertai, Yesus sungguh memberikan contoh nyata dalam kehidupan yaitu dengan membasuh kaki. Marilah kita membuka hati akan kasih Allah dalam kehidupan ini dengan selalu mensyukuri kehidupan, mewartakannya dan berhenti mengidungkan litani keluhan.

Doa Penutup

     Tuhan, kami bersyukur atas sabda-Mu pada hari ini. Semoga kami dapat selalu terbuka dan bersyukur atas segala rahmat dan kasih-Mu. Dengan demikian kami dapat semakin berani lagi dalam usaha kami menjadi pewarta dengan memberikan kesaksian iman kami. Demi Kristus Tuhan dan jalan keselamatan kami. Amin

Fr Konstantinus Aji (Tk:III)

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 7: 24-30 (Pw. S. Sirilus dan S. Metodius)

“Lord, even the dogs under the table eat the children’s scraps” Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahakasih, kami mohon bukalah mata kami untuk melihat kebaikan-mu, bukalah...

Srawung: Gairah Muda Bergelora Bagi Tanah Air

Sabtu, 27 Oktober 2018          Embun pagi mengintip dari balik rindang dedaunan. Seulas senyuman tiap peserta menandakan kesan mendalam. Perbedaan hadir memberi...

Renungan Sabda: Luk 7 : 31-35 (Rabu Pekan XXIV-B)

"Thanks God, You Are The Reason"   Doa Pembuka Ya Allah Bapa Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami karunia cinta kasih-Mu yang tiada batasnya bagi hidup kami. Ajarilah...

Y.O.U.N.G

I wash my blood, When I see a map in the sky. Ready to show the strength, I feel a goal in my breath. .   Believing a footprint, I tell...

Dia yang Memberikanku Kupu-Kupu

Dia yang Memberikanku Kupu-Kupudia adalah wanita yang menaruh air matanya pada bak mandi. tempatku mandi, saat tubuhku tak ingin mandi sendiri. dia adalah wanita yang menimang...