Renungan Sabda: Yoh. 15: 18-21 | Sabtu, 16 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan Paskah V

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Georgia”]

“TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG”

Fr. Yohannes Bramanda R. K.

 

      Pepatah “tak kenal, maka tak sayang” rasa-rasanya begitu familiar diucapkan di hampir setiap awal pertemuan, perkumpulan, perkenalan, dan pengantar sebuah kegiatan. Banyak orang yang merasa sudah paham arti dari pepatah tersebut, namun sebetulnya mereka pahami apa makna sebenarnya di balik pepatah tersebut. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memahaminya? Siapakah yang kita kenal, lantas siapakah yang kita sayangi?

          Injil yang kita baca hari ini berbicara banyak tentang perkenalan. Yesus mengatakan bahwa dunia tidak mengenal diri-Nya dan oleh karena itu, dunia pun tidak menyayangi Yesus. Ada kaitan yang begitu erat antara perkenalan dan rasa sayang. Maka dari itu, amatlah wajar jika seseorang tidak mungkin dapat menyanyangi seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya; hal yang sama juga dialami oleh Yesus. Ia bukan dari dunia dan dunia tidak mengenalnya. Maka dari itu, dunia tidak menyayaginya. Lagipula dunia menawarkan hal-hal yang berbeda dengan apa yang ditawarkan Yesus. Ia meawarkan hal-hal yang asing bagi dunia: keheningan, kesederhanaan, penyangkalan diri, dan pengurbanan. Segala hal terebut bertentangan dengan hal-hal duniawi dan membuat Yesus dibenci. Sama seperti dunia membenci Yesus, kita pun sebagai umat Kristiani harus bersiap-siap apabila dunia membenci kita, sebab kita berpegang pada hal-hal yang bertentangan dengan dunia. Di sinilah kesetiaan kita akan diuji karena kita memusatkan hidup kita bukan pada hal-hal duniawi saja, namun juga pada hal-hal surgawi sehingga kita pun disayang oleh surga dan Ia yang diam di dalam surga.

        Semoga Injil yang kita baca dan dengarkan pada hari ini menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap bergembira apabila banyak orang membenci kita, apabila situasi-siatuasi yang ada menyudutkan kita dan membuat kita tak berkutik. Tetaplah percaya dan berpeganglah pada Ia yang kita kenal sehingga Ia senantiasa menyayangi kita. Amin.

Sumber gambar :  https://www.pinterest.com/pin/565061084488001799/

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Merdeka Sejak Dalam Denyut Nadi

Merdeka! Pagi itu (17/8/18) setelah Ibadat Pagi di Kapel Paulus, warga komunitas Seminari Tinggi Kentungan mengadakan upacara bendera untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73....

Renungan Sabda: LUKAS: 13: 22-30 (Rabu Pekan XXX–B)

DALAM ALLAH, HADIR KESELAMATAN DOA PEMBUKA         Allah yang Mahakuasa, Engkaulah sumber dan jalan keselamatan umat beriman. Kami mohon kepada-Mu, hantarlah kami ini...

Renungan Sabda: Luk 5 : 33-39 (Jumat Pekan XXII-B)

Doa Pembuka: Ya Allah, aku menyadari bahwa aku berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Sementara Engkau telah ada sebelum segala sesuatu ada,...

Renungan Sabda: Kolose 3:12-21 | Minggu, 29 Desember 2019

  Menjaga Keluarga oleh: Fr. Oot ChristianKeluarga adalah Gereja mini. Mulai dari keluarga, kasih Allah diajarkan dan dibagikan. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Tetapi...

Renungan Sabda: Kis 16:22-34 | Selasa, 19 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan VI Paskah

  Sukacita Karena Percaya Pada Kristus Fr. Dandhi Pratama, AR“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”                Setelah kita merayakan Paskah,...