Renungan Sabda: Kis 16:22-34 | Selasa, 19 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan VI Paskah

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Sukacita Karena Percaya Pada Kristus

Fr. Dandhi Pratama, AR

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

                Setelah kita merayakan Paskah, tentu kita menyadari bahwa karena sengasara, wafat dan kebangkitan Kristus telah menebus kita dan membawa kita kepada sukacita yang abadi. Tentu sukacita itu selalu kita rasakan terlebih ketika kita mengikuti perayaan Ekaristi yang merupakan pengenangan akan misteri Paskah tersebut. Memang pada masa-masa ini mungkin kita merasa tidak nyaman atau kurang srek dengan perayaan Ekaristi yang diadakan secara online. Mungkin ada pula perasaan kecewa karena Tuhan yang kita bayangkan dapat melenyapkan wabah ini justru terasa diam saja. Mungkin seperti itu juga yang dirasakan oleh Paulus dan Silas dalam bacaan pertama hari ini. Mereka adalah orang-orang yang baik bahkan mereka memberikan kesaksian mengenai Kristus, namun mereka justru didera dan dipenjarakan. Sebagai manusia mungkin mereka juga bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini menimpa hidup mereka. Apakah Tuhan hanya diam? Atau marah kepada kita?

            Musibah yang sering kali menimpa kita-terlebih wabah Covid-19 ini- bukanlah semata-mata hanya untuk menyiksa kita. Tetapi pengalaman penderitaan ini justru mengingatkan kita akan jati diri yang sesungguhnya dan menghantar kita pada kesadaran akan Allah. Kita diingatkan bahwa diri kita ini adalah manusia yang tak pernah luput dari penyakit, musibah, dan penderitaan lainnya. Kita tidak bisa semata-mata memaksa Tuhan untuk mengubah hidup kita agar terhindar dari bahaya, akan tetapi kita seharusnya meminta Tuhan supaya memberikan kita kekuatan agar kita mampu menghadapi musibah ini.  Pengalaman itu pun menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa campur tangan Allah, dan Allah tidaklah tinggal diam saja melihat kita menderita. Yesus yang telah sengsara, wafat dan bangkit telah mengutus Penghibur kepada kita agar kita selalu ingat bahwa kita telah ditebuh oleh darah yang suci itu, yang mengubah dukacita kita menjadi sukacita abadi, yang mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan.

Sumber Gambar : https://medium.com/@ningtyas/hanya-karena-sudah-pernah-tak-lantas-membuatmu-berhenti-berbuat-baik-bc970c251509

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 | Sabtu, 14 September 2019 | Pesta Salib Suci

  Di Salib Ia Ditinggikan Dominikus Bagaskara     Beberapa waktu yang lalu, ‘jagat maya’ sempat dihebohkan oleh video ceramah mengenai salib. Isi video itu bagi saya...

PELAJARAN

P E L A J A R A N ----------   dalam kehidupan ada begitu banyak pengalaman keberhasilan dan kesuksesan adalah hal yg dinantikan harapan dan kepercayaan adalah pegangan dan...

Renungan Sabda: Luk 18:35-43 (Senin, 19 November 2018, Pekan Biasa XXXIII)

Senyuman Wujud Kasih Doa Pembuka      Allah Bapa sumber segala pengetahuan dan cinta, kami mohon pendampinganMu untuk aktifitas kami pada hari ini. Dampingilah kami untuk...

Merdeka Sejak Dalam Denyut Nadi

Merdeka! Pagi itu (17/8/18) setelah Ibadat Pagi di Kapel Paulus, warga komunitas Seminari Tinggi Kentungan mengadakan upacara bendera untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73....

Renungan Sabda: Matius 9:27-31 | Jumat, 6 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

  Kepercayaan   Fr. R.D. Putra Setiawan “Terjadilah padamu menurut imanmu.” (Mat 9:29)        Ada dua orang buta yang meminta disembuhkan kepada Yesus. Ia pun mengabulkannya...