Doa yang Terbaik

Fr. Rafael Simangunsong

          Saudara/i terkasih, saya yakin bahwa Anda adalah seorang beriman yang baik dan saya juga yakin bahwa Anda adalah para pendoa. Setiap kali kita hendak memulai dan mengakhiri Ekaristi, setiap kali kita hendak dan menyudahi menyantap makanan, setiap kali hendak dan bangun tidur, dan pada saat kesempatan-kesempatan tertentu, saya yakin bahwa Anda sekalian berdoa kepada Tuhan, seraya memohonkan yang terbaik dan seturut dengan kehendak Allah. Memang semuanya itu Anda lakukan dengan baik. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah doa yang kita haturkan itu adalah yang terbaik bagi diriku dan orang lain? Atau pernahkah Anda sadar bahwa doa permohonan kita kerap kali seolah memaksa Tuhan untuk mengabulkan kehendak dan keinginanku?

        Saudara/i yang dikasihi Tuhan, kita yakin bahwa Allah memberikan yang terbaik dalam hidup ini. Secara khusus, dalam situasi dan kondisi dunia saat ini yang sedang dilanda wabah Covid-19, kita terus bertanya mengapa Tuhan membiarkan semua ini menimpa hidup kita, baik yang miskin, yang malang, yang baik, dan yang suci sekalipun. Di dalam situasi seperti itu, kita melambungkan doa-doa yang sangat tajam, memaksakan Tuhan bertindak dalam situasi, dan bahkan ada yang menyerah dan tidak lagi berdoa kepada-Nya. Namun, perlu kita sadar bahwa yakin, bukan berarti Tuhan akan menuruti apa yang kita kehendaki.

         Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa kepada Bapa memohon apa yang terbaik bagi hidup kita umat manusia. Sekalipun Ia mengerti, namun Yesus tidak pernah memaksakan kehendak-Nya yang terjadi. Tuhan kita Yesus Kristus menaruh kepercayaan pada keyakinan kita akan setia dalam segala kesusahan dan penderitaan, sebagaimana yang telah Ia rasakan. Maka, Yesus hanya meminta satu permohonan, yaitu supaya kita dapat bersatu  dengan Bapa, sehingga kasih Bapa ada di dalam hidup kita senantiasa.

 Sumber Gambar : https://www.sesawi.net/belajar-berdoa-dari-yesus-doa-bapa-kami/

 

 

 

Switch Language >>