SADARI DAN MULAILAH BERGERAK

Fr. Yohanes Yayan Riawan

            Hari ini kita merayakan Hari Raya Pentakosta, peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul. Peristiwa ini juga dirayakan sebagai hari kelahiran Gereja. Gereja hadir untuk membawa semua orang pada keselamatan melalui Yesus yang telah wafat dan bangkit. Melalui Yesus dan dalam Roh Kudus, Allah Bapa telah menyelamatkan kita semua. Tanpa Roh Kudus kita tidak akan dapat mengenal kebenaran dan keselamatan Allah. Roh Kudus mempunyai peranan yang penting dalam keberlangsungkan keselamatan Allah pada manusia hingga saat ini. Dengan penyertaan Roh Kudus, Gereja hadir dan mengemban tugas mewartakan kabar gembira kepada semua orang di seluruh penjuru dunia.

            Pencurahan Roh Kudus ini melambangkan penyertaan Allah di mana seperti dikatakan oleh Yesus bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan para murid- Nya; Ia akan selalu menyertai sampai akhir zaman. Lalu apakah Roh Kudus hanya dicurahkan secara terbatas pada para murid? Tidak. Allah mencurahkan Roh Kudus ke dalam hati setiap orang yang percaya dan beriman kepada-Nya. Roh Kudus tidak hanya dicurahkan sebatas kepada para murid/ Gereja, lalu kemudian Gereja diartikan hanya sebatas para ‘pelayan resmi’ Gereja yaitu para Uskup, imam atau diakon; TIDAK. Roh Kudus dicurahkan kepada kita semua sebagai persekutuan umat beriman kepada Kristus (Gereja) dan Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita memberi kita rupa-rupa karunia, tetapi tetap satu Roh (1Kor 12:4). Lalu kemudian apa artinya bagi kita? Setelah kita semua mendapat pencurahan Roh Kudus oleh Yesus yang kita terima melalui sakramen baptis dan sakramen krisma dan yang menyertai kita hingga saat ini, kita akhirnya mendapat tugas yang sama sebagai murid-murid-Nya (Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” Yoh 20:21) yaitu untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang di seluruh penjuru dunia. Dengan cara apa kita mewartakan kabar gembira? Jelas sesuai dengan rupa karunia yang kita terima. Ada berbagai banyak cara. Sebagaimana peristiwa pandemi global virus corona yang menyebar ke seluruh dunia, di situlah kita dapat berperan sesuai dengan kemampuan/karunia kita. Ada yang mendapat karunia ahli medis, berjuang di garda depan merawat orang-orang yang sakit; ada yang mendapat karunia rejeki yang lebih, peduli dengan sesama yang membutuhkan dengan membagi bantuan kebutuhan pokok; ada yang mendapat karunia sebagai pelayan rohani, mendorong semua hal baik dengan doa-doa; dll. Mari saat ini kita merenungkan dan mulai menyadari, karunia Roh Kudus apa yang kita terima dalam diri kita masing-masing. Kemudian, mari kita bergerak bersama dalam semangat solidaritas dalam situasi seperti ini. Di saat seperti inilah kita diutus untuk hadir dan terlibat sebagai bentuk pewartaan kabar gembira dengan semangat Roh Kudus yang telah dicurahkan ke dalam diri kita masing-masing. Jangan menyinyiakan karunia Roh, tetapi, mulailah bergerak, meskipun itu hal yang kecil dan sederhana, tetapi tentu akan sangat berguna bagi sesama.

 

 

 

Switch Language >>