IBU YANG MENDOAKAN

Fr. Thomas Yuniarko Wibowo

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya…. (Yoh 19:25-34).

 

Bunda Maria dalam tradisi Gereja memiliki gelar yang cukup banyak. Hari ini Gereja Universal merayakan peringatan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja. Sebelum Yesus wafat di Salib, Ia berkata kepada para murid-Nya bahwa Maria akan menjadi ibu baginya, “Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.”(Yoh 19:27). Tampak jelas bahwa setelah perkataan Yesus tersebut, Maria menjadi ibunya (para murid), ini menandakan bahwa Maria bukan lagi sekedar ibu Yesus atau Bunda Allah melainkan ibu juga bagi para murid-muridNya (Gereja).

 

Maria menjadi ibu bagi para murid, para murid disini merupakan suatu komunitas orang-orang yang dikasihi Kristus menjadi anak bagi Maria. Kita sebagai komunitas yang percaya akan Kristus berarti juga menjadi murid-muridNya yang disatukan dalam Gereja Kudus Allah. Dengan demikian Kristus tidak hanya berpesan kepada para murid pada waktu itu untuk menerima Maria sebagai ibunya melainkan para murid yaitu Gereja termasuk kita untuk menerima Maria sebagai Bunda Gereja. Bunda yang selalu merengkuh kita untuk semakin dekat dengan Kristus.

       Bagi seorang ibu, anak-anak adalah segalanya. Seorang Ibu seringkali membawa anak-anaknya kedalam doa-doanya. Ibu akan menjaga anak-anaknya dengan segala cara dan mengharapkan yang terbaik bagi kehidupan mereka. Kita sebagai murid-Nya dengan menerima Bunda Maria sebagai ibu, berarti kita memiliki seseorang yang selalu mendoakan, menjaga dan menyertai kita dalam segala keadaan kita. Sebagai seorang anak, kita wajib mengasihi dan menghormatinya dengan selalu memohon dan berbakti kepadanya sebagai perantara kepada Kristus. Melalui doa-doa ibu (Maria) kita senantiasa dikuatkan untuk teguh bahwa ia selalu menemani kita dalam setiap langkah hidup kita yang masih panjang sebagai seorang anak. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa berdoa kepada Bunda Maria, menerima ia yang ingin menyapa kedalam hati dan keseharian kita. Kita bukan lagi murid melainkan anak yang semakin memiliki relasi yang intim selayaknya ibu dan anaknya. Berbakti dan selalu memohon doanya untuk menjadi anak-anaknya yang baik dan mengasihi sesama.

Sumber gambar: https://luxveritatis7.wordpress.com/2011/01/15/

 

 

 

Switch Language >>