Apakah kamu tahu esok?

Fr. FX. Merry Christian Putra (Tingkat II)

 

       Ketika kita mencermati injil hari ini, terdapat beberapa tokoh dengan peran khasnya. Secara khusus, marilah kita mencermati tokoh dari pihak Farisi dan Herodian yang telah mengajukan pertanyaan kepada Yesus, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” (bdk. Mrk. 12:14). Marilah kita mencermati secara lebih dalam lagi, di mana dalam pertanyaan tersebut tampak jika intensi dari pertanyaan ialah untuk keuntungan pihaknya. Maka dari itu, hak dan kewajiban dalam hal yang berbeda dicampuradukkan tanpa adanya suatu pemilahan. Hal ini yang kemudian membentuk suatu sikap pengesampingan akan segala segala sesuatu bahkan sesuatu yang kita kasihi sekalipun.

       Kini pertanyaannya, pernahkan kita sadar jika hal-hal seperti ini biasa kita lakukan? Apakah kita juga sadar jika Dia (Tuhan) mengetahui ini semua? Kiranya kita tahu serta paham bahwa setiap kali kita menjatuhkan pilihan pada hal yang menguntungkan diri kita sendiri (egois), sama halnya kita mengalami kemunduran selangkah dengan Dia. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama sadar seperti yang tertulis dalam bacaan pertama, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh keselamatan,…” (bdk. 2 Ptr. 3: 15a). Maka, anggaplah hidup ini sebagai kesempatan dari Tuhan yang sedang mewujudnyatakan kesabaran-Nya. Jangan kita sia-siakan kesempatan hidup ini dengan menuruti hanya melulu sesuatu yang menguntungkan diri kita sendiri. Ingat! Kebaikan yang dibarengi dengan kebenaran merupakan indicator ketepatan dari prinsip hidup kita. Selain itu, hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya pasti tidak akan menjauhkan hubungan kita dengan-Nya. Sekarang kita cek, apakah perbuatan kita selama ini menjauhkan diri kita dengan-Nya atau justru mendekatkan diri dengan-Nya? Kalau sudah pertahankanlah, jika belum mari kita bersama-sama berbenah. Semoga damai Tuhan senantiasa beserta kita. Amin.

 

“Without change there is no innovation, creativity, or incentive for improvement. Those who initiate change will have a better opportunity to manage the change that is inevitable.”

-William Pollard-

 

 

 

Switch Language >>