Spiritualitas Santo Paulus – Pelindung Seminari Tinggi

Seminari Tinggi berlindung pada St. Paulus. Cara hidup Paulus menjadi teladan dalam pola hidup dan pembinaan di Seminari Tinggi. Pengalaman ditangkap oleh kasih Kristus mendorong St. Paulus untuk dengan setia dan tekun selalu membina relasi dengan Kristus. Ia rela melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya bersatu dengan Kristus (Fil 3:7-`4). Dalam kesatuan dengan Kristus, St. Paulus menjadi kuat, seraya tetap menyadari diri sebagai “bejana tanah liat” (2 Kor 4:7-9).

Dengan gigih St. Paulus mewartakan Injil kepada segala bangsa karena itulah dia dipanggil (2 Kor 10:16). Untuk itu, ia rela memberikan hidupnya bagi pewartaan, ia rela menanggung segala penderitaan agar Injil diwartakan. Kasih pastoral St. Paulus juga sangat mendalam. Ia mengenal jemaat-jemaatnya, memiliki empati yang mendalam terhadap pengalaman hidup jemaatnya, serta rela berkoran bagi kehidupan jemaatnya.

Dengan setia ia merengkuh dan menggembalakan jemaatnya (Fil 1:7-8; 2 Kor 12:15; Kol 1:3-14). Selain itu Paulus juga mampu menghargai kehadiran dan bantuan rekan-rekan kerjanya (2 Tim 1:3-5; 1 Kor 12: 1-11; Flp 2:19-3:1a).

(Sumber: disarikan dari Pedoman Pendidikan Calon Imam Diosesan, 2017, hlm.13-19).

Switch Language >>