Beranda blog

Komunitas Seminari Tinggi 2020/2021

0
Komunitas Seminari Tinggi 2020/2021

Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan

0
Seminari Tinggi Kentungan

fffffffff

Allah Tidak Pernah Kehabisan Cara Untuk Mengasihi Kita

0
-Allah tidak pernah kehabisan cara untuk mengasihi Kita -Fr. Al-

Allah telah sungguh-sungguh mengasihi kita, bahkan dengan berbagai cara yang telah dilakukanNya untuk kita.

Lantas, apakah kita sudah sungguh-sungguh mengasihi-Nya? Bagaimana cara kita untuk mengasihi Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita?

Rekoleksi Panggilan 2021

2
Poster Rekoleksi Panggilan 2021
Poster Rekoleksi Panggilan 2021
Poster Rekoleksi Panggilan 2021
Poster Rekoleksi Panggilan 2021

Apakah anda merasa terpanggil menjadi seorang imam?

Apa sudah tau bagaimana proses menjadi imam?

Kami mengadakan Rekoleksi Panggilan.

Yang akan dilaksanakan pada:

hari/tanggal: Minggu, 14 Maret 2021

tempat: Seminari TOR Sanjaya Semarang

Jika berminat bisa hubungi kontak berikut: 081327470017

Mari bergabung dan temukan kehendak Tuhan dalam hidup anda.

Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan

0
Foto Patung Santo Paulus sebagai pelinding Seminari Tinggi Kentungan.
Foto Patung Santo Paulus sebagai pelinding Seminari Tinggi Kentungan.

Renungan Sabda: Mat. 28:19-20 | Kamis, 21 Mei 2020 | Hari Raya Kenaikan Tuhan

0

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Pergilah ! Wartakanlah Injil !

Fr. Leonardo Hendra Bernanda

        Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita diajak untuk menyadari bahwa kita adalah murid-murid Yesus, dimana kita diutus untuk menjadi seorang pewarta kebaikan. Dalam bacaan Injil pada hari ini mengingatkan kita akan tugas perutusan kita, yaitu “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Ayat ini menyadarkan kita bahwa kita memiliki sebuah tugas atau misi untuk mewartakan kepada semua orang. Apa yang kita wartakan? Jawabannya adalah mewartakan kebaikan atau mewartakan Injil Tuhan kita Yesus Kristus. Mewartakan tidak harus diungkapkan dengan kata-kata saja, akan tetapi bisa diungkapkan dengan tindakan-tindakan dan sikap-sikap kita.

          Di sisi lain, kita juga harus menyadari bahwa kita adalah murid-murid Yesus, dimana kita juga memiliki tugas perutusan untuk mewartakan iman kita akan Yesus Kristus. Di zaman yang modern ini, kita diberi sarana-sarana yang baik dan canggih, sehingga dapat menjadi sarana bagi kita untuk mewartakan. Media-media sosial yang semakin berkembang dan semakin maju memudahkan kita untuk mewartakan Injil. Di sisi lain, kita juga harus menyadari bahwa, di zaman ini kita berhadapan dengan tantangan-tantangan yang terkadang membuat iman kita goyah. Akan tetapi, dari hal inilah justru menjadi kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita memiliki iman yang kuat.

       Yesus Kristus semasa hidup-Nya juga menghadapi tantangan-tantangan, dan terkadang tantangan-tantangan tersebut mempertaruhkan nyawa-Nya, akan tetapi Ia tetap terus mewartakan. Sekarang menjadi tugas kita untuk menjadi pewarta Allah atau pewarta Injil. Pada hari ini kita juga memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Tentu sebelum Ia naik ke Surga, Yesus telah menyerahkan secara penuh tugas-tugas-Nya kepada para murid. Kenaikan Yesus ke Surga menjadi semangat dan kekuatan bagi kita untuk terus mewartakan Injil.

          Dari hal ini, saya mengajak saudara-saudari sekalian, bahwa kita sebagai murid-murid Yesus, marilah kita menjadi seorang pewarta yang baik sehingga orang lain mendapat keselamatan. Tidak perlu menggunakan kata-kata yang bagus atau dengan cara-cara yang heroik, walaupun cara-cara tersebut juga baik untuk dilakukan, melainkan dengan tindakan kita dan sikap kita yang mencerminkan Tuhan Yesus Kristus. Terlebih dalam situasi yang tidak menentu ini. Maka dari itu, mari kita bangkit untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman dengan menjadi pewarta dan saksi-saksi Kristus. Ingatlah Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman.

Sumber gambar : https://catatanseorangofs.files.wordpress.com/2016/07/yesus-mengutus-misi-yang-duabelas.jpg

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Renungan Sabda: Yoh 16:12-15 | Rabu, 20 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan VI Paskah

0

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Actor”]

 

Bentuk Kekecewaan

Fr. Fransiscus Xaverius Andika Marihot Siboro

      Di masa kritis sekarang ini, banyak di antara kita yang merasa jenuh, bosan, kesal, dan bahkan memiliki tekad ke arah negatif. Hal itu, mau bagaimanapun, sudah seharusnya kita rasakan, sebab itu merupakan rasa manusiawi. Akan tetapi, hal itu tidak akan semakin besar atau bahkan rumit jika kita menggunakan hati Nurani di mana kita perlu menyadari bahwa masih ada orang yang berjuang keras dan berada di garda terdepan untuk menghadapi masa kritis ini, seperti para medis.

      Baru-baru ini, saya mendapatkan hastag (tagar) yang viral, yakni #indonesiaterserah. Ketika saya mendalami dan mencari maksud hastag tersebut, saya sangat terkejut. Mengapa? Ternyata, hastag itu datang dari akun para medis di media sosial (medsos). Mereka merasa kecewa dengan warga Indonesia yang tidak menghargai para medis. Banyak warga Indonesia atau bahkan kita yang tetap bersikeras keluar rumah hanya karena keegoisan kita, seperti berita tentang warga di Bogor yang berdesak-desakan di pasar. Kita kurang menyadari betapa besarnya pengorbanan para medis yang bahkan rela mempertaruhkan nyawa untuk kita. Tidak heran jika para medis membuat hastag tersebut yang menjadi tanda kekecewaan mereka terhadap kita. Lalu, bagaimana tindakan kita kedepannya? Akankah tetap seperti ini?

      Hari ini Yesus mengatakan bahwa Roh kebenaran akan datang dan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Roh kebenaran itu tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, melainkan segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya. Nah, bagaimana dengan kita? Apakah kita siap membuka hati dan menyediakan tempat bagi Roh Kebenaran itu? Marilah kita mulai dari hal sederhana, yakni membuka hati dan menyediakan tempat bagi sesama, seperti tetap di rumah dan menjaga kesehatan demi membantu dan mendukung para medis yang telah berjuang bagi kita. Semoga Tuhan selalu menuntun kita, kini dan sepanjang masa. Amin.

 Sumber gambar : https://www.popbela.com/career/inspiration/niken-ari/10-ilustrasi-mengharukan-profesi-di-garda-terdepan-yang-melawan-corona/1

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Renungan Sabda: Kis 16:22-34 | Selasa, 19 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan VI Paskah

0

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Sukacita Karena Percaya Pada Kristus

Fr. Dandhi Pratama, AR

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

                Setelah kita merayakan Paskah, tentu kita menyadari bahwa karena sengasara, wafat dan kebangkitan Kristus telah menebus kita dan membawa kita kepada sukacita yang abadi. Tentu sukacita itu selalu kita rasakan terlebih ketika kita mengikuti perayaan Ekaristi yang merupakan pengenangan akan misteri Paskah tersebut. Memang pada masa-masa ini mungkin kita merasa tidak nyaman atau kurang srek dengan perayaan Ekaristi yang diadakan secara online. Mungkin ada pula perasaan kecewa karena Tuhan yang kita bayangkan dapat melenyapkan wabah ini justru terasa diam saja. Mungkin seperti itu juga yang dirasakan oleh Paulus dan Silas dalam bacaan pertama hari ini. Mereka adalah orang-orang yang baik bahkan mereka memberikan kesaksian mengenai Kristus, namun mereka justru didera dan dipenjarakan. Sebagai manusia mungkin mereka juga bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini menimpa hidup mereka. Apakah Tuhan hanya diam? Atau marah kepada kita?

            Musibah yang sering kali menimpa kita-terlebih wabah Covid-19 ini- bukanlah semata-mata hanya untuk menyiksa kita. Tetapi pengalaman penderitaan ini justru mengingatkan kita akan jati diri yang sesungguhnya dan menghantar kita pada kesadaran akan Allah. Kita diingatkan bahwa diri kita ini adalah manusia yang tak pernah luput dari penyakit, musibah, dan penderitaan lainnya. Kita tidak bisa semata-mata memaksa Tuhan untuk mengubah hidup kita agar terhindar dari bahaya, akan tetapi kita seharusnya meminta Tuhan supaya memberikan kita kekuatan agar kita mampu menghadapi musibah ini.  Pengalaman itu pun menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa campur tangan Allah, dan Allah tidaklah tinggal diam saja melihat kita menderita. Yesus yang telah sengsara, wafat dan bangkit telah mengutus Penghibur kepada kita agar kita selalu ingat bahwa kita telah ditebuh oleh darah yang suci itu, yang mengubah dukacita kita menjadi sukacita abadi, yang mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan.

Sumber Gambar : https://medium.com/@ningtyas/hanya-karena-sudah-pernah-tak-lantas-membuatmu-berhenti-berbuat-baik-bc970c251509

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Renungan Sabda: Yoh. 15: 18-21 | Sabtu, 16 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan Paskah V

0

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px” inline_fonts=”Georgia”]

“TAK KENAL, MAKA TAK SAYANG”

Fr. Yohannes Bramanda R. K.

 

      Pepatah “tak kenal, maka tak sayang” rasa-rasanya begitu familiar diucapkan di hampir setiap awal pertemuan, perkumpulan, perkenalan, dan pengantar sebuah kegiatan. Banyak orang yang merasa sudah paham arti dari pepatah tersebut, namun sebetulnya mereka pahami apa makna sebenarnya di balik pepatah tersebut. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memahaminya? Siapakah yang kita kenal, lantas siapakah yang kita sayangi?

          Injil yang kita baca hari ini berbicara banyak tentang perkenalan. Yesus mengatakan bahwa dunia tidak mengenal diri-Nya dan oleh karena itu, dunia pun tidak menyayangi Yesus. Ada kaitan yang begitu erat antara perkenalan dan rasa sayang. Maka dari itu, amatlah wajar jika seseorang tidak mungkin dapat menyanyangi seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya; hal yang sama juga dialami oleh Yesus. Ia bukan dari dunia dan dunia tidak mengenalnya. Maka dari itu, dunia tidak menyayaginya. Lagipula dunia menawarkan hal-hal yang berbeda dengan apa yang ditawarkan Yesus. Ia meawarkan hal-hal yang asing bagi dunia: keheningan, kesederhanaan, penyangkalan diri, dan pengurbanan. Segala hal terebut bertentangan dengan hal-hal duniawi dan membuat Yesus dibenci. Sama seperti dunia membenci Yesus, kita pun sebagai umat Kristiani harus bersiap-siap apabila dunia membenci kita, sebab kita berpegang pada hal-hal yang bertentangan dengan dunia. Di sinilah kesetiaan kita akan diuji karena kita memusatkan hidup kita bukan pada hal-hal duniawi saja, namun juga pada hal-hal surgawi sehingga kita pun disayang oleh surga dan Ia yang diam di dalam surga.

        Semoga Injil yang kita baca dan dengarkan pada hari ini menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap bergembira apabila banyak orang membenci kita, apabila situasi-siatuasi yang ada menyudutkan kita dan membuat kita tak berkutik. Tetaplah percaya dan berpeganglah pada Ia yang kita kenal sehingga Ia senantiasa menyayangi kita. Amin.

Sumber gambar :  https://www.pinterest.com/pin/565061084488001799/

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Renungan || Jumat, 15-Mei-’20 || Hari Biasa Pekan V Paskah

0

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

 

Jangan Gelisah

Fr. Robertus Aad Rianto

 

Situasi kita tidak lekas membaik, semakin lama justru  semakin memprihatinkan

Jumlah pasien positif semakin bertambah

Yang meninggal lebih banyak daripada yang sembuh

Tak heran, banyak orang jadi gelisah

Bahkan mungkin sekarang ada yang sedang menangis

Menangis karena kehilangan

Menangis karena terinfeksi

Menangis karena memendam rindu

Menangis karena kesulitan finansial

Jika kamu khawatir,

atau bahkan sampai bertanya di mana Allah?

Mengapa Dia tidak peduli?

Ingatlah sabda Yesus hari ini,

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yoh 14:1)

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]