Majalah Salus

Majalah Salus Edisi 75 (Silahkan klik di gambar untuk mendowload)

CINTAKU BUKANLAH CINTA BIASA
Cinta merupakan realitas manusia yang tidak dapat
disangkal. Cinta menjadi bagian hidup yang membawa daya
dan energi bagi semua manusia. Inilah suatu emosi dari kasih
sayang yang menggerakkan seseorang. Dalam konteks filosofis,
cinta merupakan sifat baik yang nantinya akan berbuah
menjadi segala kebaikan yang terwujud dalam tindakan. Orang
membangun keluarga karena cinta. Orang mampu memilih dan
melakukan sesuatu hal yang baik karena dasar cinta. Bahkan,
orang berkorban demi orang lain juga karena dan atas dasar cinta.

Cinta dalam pemahaman yang lebih dalam merupakan
suatu proses yang terus berjalan. Pada suatu fase, orang masih
dalam tataran cinta eros (cinta berhasrat seksual). Namun,
kemudian berkembang menjadi philia (cinta dalam persahabatan),
hingga mencapai cinta yang tak bersyarat, yang nyata dalam
bentuk pemberian diri (agape). Proses ini juga dialami oleh
semua orang. Secara khusus, proses ini pun dialami oleh
para selibater, seperti: frater, suster, bruder, dan romo. Pilihan
hidup menjadi seorang selibater juga merupakan bentuk cinta
yang terus diolah dalam suatu proses dalam masa formasi.

Menurut pandangan orang pada umumnya, cinta sangat
berhubungan dengan yang namanya asmara. Romantika asmara
bagi anak muda menjadi saat terindah dalam hidup. Akan
tetapi, hal ini tidak cukup untuk memahami makna cinta. Cinta
tidak hanya ditemukan dari romantisnya hubungan asmara
seseorang tetapi cinta juga dapat ditemukan dalam pelayanan,
pengorbanan, serta pemberian diri. Yesus yang rela disalib
merupakan teladan keutuhan cinta sejati. Pemberian diri hingga
pengorbanan menjadi tanda cinta paling mulia dari Yesus.

Majalah Salus Edisi 75 akan menyajikan pembahasan
mengenai cinta. Ada dua tendensi dalam majalah ini, yaitu cinta
asmara dalam konteks perjuangan panggilan sebagai seorang
selibater dan cinta dalam bentuk mengasihi, pelayanan, pemberian
diri, dll. Melalui setiap tulisan, pembaca akan diajak untuk
memahami makna cinta secara lebih utuh dan luas. Cinta sebagai
asmara dan cinta sebagai pelayanan hingga pemberian diri.