Profil Seminari

Seminari Tinggi Kentungan adalah tempat bagi para calon imam diosesan. Seminari ini menjadi tempat pembinaan bagi calon imam beberapa keuskupan, seperti Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Ketapang, dan Keuskupan Agung Medan.

Tujuan proses pendidikan di Seminari Tinggi St. Paulus adalah tersedianya imam diosesan yang beriman utuh-mendalam, berpengetahuan memadai, rendah hati untuk terus belajar, sederhana, mengembangkan keutamaan-keutamaan Kristiani, sehat secara fisik-psikis-rohani, dan berkehendak kuat untuk melayani Gereja serta masyarakat.

Visi

Komunitas pendidikan calon-calon imam diosesan di Keuskupan Agung Semarang, yang dengan setia mengikuti Yesus Kristus – Imam, gembala, dan Guru – menyiapkan imam-imam yang mencintai Gereja-Nya dan siap diutus untuk menjadi saksi dan pewarta Injil di tengah masyarakat seturut teladan St. Paulus.

Misi

Proses pendidikan di Seminari tinggi St. Paulus adalah untuk menyiapkan para calon imam untuk ditahbiskan menjadi imam. maka, untuk mencapai tujuan tersebut, dijabarkan beberapa misi yang berkaitan dengan bidang-bidang pembinaan.

  1. Menumbuhkembangkan hidup rohani yang kokoh dan mendalam dengan keterbukaan akan bimbingan Roh Kudus sehingga para calon imam berkembang sebagai rohaniawan.
  2. Menumbuhkembangkan pribadi yang dewasa: seimbang dalam afeksi, penuh kasih, dan mempunyai hati untuk menumbuhkan sesama, rendah hati, sederhana, mampu bekerjasama dalam hidup dan pelayanan, rela berkorban, dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana sehingga para calon imam berkembang dalam kualitas hidup sebagai budayawan.
  3. Menumbuhkembangkan kedisiplinan dan spiritualitas belajar terus menerus serta kedalaman refleksi sebagai budayawan sehingga berkembang pula penghayatan imamat dan pelayanan pastoralnya.
  4. Menumbuhkembangkan komunitas murid-murid Yesus yang mempunyai semangat berbagi dalam kasih, gembira, bertanggungjawab, mampu bekerjasama, saling melayani dengan tekun dan setia dan peduli terhadap lingkungan yang menggambarkan ciri-ciri gembala umat yang baik.
  5. Menumbuhkembangkan caritas pastoralis, pelayanan yang murah hati, gembira, dan handal dalam Gereja, dan kesiapsediaan untuk menjadi saksi Injil yang terlibat dalam transformasi masyarakat, dengan mengutamakan pelayanan terhadap yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir(semakin terlibat dalam dinamika hidup Gereja).