Live-In Seminaris Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan
Senin, 14 September 2026, lima belas seminaris dari Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan datang ke Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan dengan hati teguh dan antusias untuk mengikuti live-in di seminari ini. Live-in ini menjadi kegiatan rutin bagi seminaris dari Seminari Mertoyudan untuk mengenal lebih jauh tahapan pendidikan calon imam, terkhusus bagi mereka yang telah menjatuhkan jangkar hatinya untuk menjadi calon imam di Keuskupan Agung Semarang.
Live-in ini berlangsung mulai tanggal 14 September hingga 18 September 2026. Tujuan live-in ini agar para seminaris, yang nantinya hendak melamar untuk menjadi calon imam di Keuskupan Agung Semarang, menjadi makin mantap, mempunyai gambaran masa formasi yang jelas, dan makin dimurnikan panggilannya untuk mengabdi Kristus. Mereka diajak untuk ikut menjadi anggota komunitas seminari tinggi, berdinamika bersama para frater, mengenal dinamika formasi di seminari tinggi, dan akhirnya diajak untuk menemukan kemantapan untuk bekal proses solisitasi atau lamaran esok.
Para seminaris dibekali dengan berbagai materi dari para Romo staf seminari, di antaranya ada materi tentang masa formasi di Seminari Tahun Orientasi Rohani dan Seminari Tinggi, dinamika komunitas, dinamika studi, hidup kerohanian, hidup komunitas, dan mereka diajak mengenal karya-karya Keuskupan Agung Semarang yang berada di Yogyakarta, di antaranya ada Karina dan UPP Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang.
“Live-in ini menjadi kegiatan yang seru, menyenangkan, dan makin menegaskan untuk melanjutkan formasi menjadi calon imam Keuskupan Agung Semarang. Frater-fraternya ramah, para Romonya juga menyambut baik kedatangan kami dalam live-in ini. Semoga makin mantap menjalani panggilan Tuhan di Keuskupan Agung Semarang,” ungkap salah satu peserta live-in.
Bagai Yesus yang mengajak para murid untuk bertolak lebih dalam dan menebarkan jala lagi, demikian juga proses live-in ini. Para seminaris harapannya tidak hanya sekadar tahu tentang Seminari Tinggi, tetapi sungguh merasakan dinamika kehidupan yang nantinya akan dijalani sehingga sungguh memiliki disposisi hati yang mantap dan teguh. Dengan bertolak lebih dalam, para seminaris diajak untuk berefleksi agar makin memahami arti panggilan, proses pembinaan, serta tantangan yang perlu dihadapi dalam perjalanan menuju imamat kelak. Ia sendiri yang memanggil masing-masing pribadi hingga bisa tiba di titik ini. Untuk bisa masuk dalam kehendak-Nya yang telah memanggil para pemuda ini, mereka mengalami tahapan mengenal dan mengagumi hingga ke tahapan mencintai untuk sesungguhnya memberikan diri kepada-Nya yang telah mengasihi dan memanggil.
Live-in berakhir pada hari Jumat, 18 September 2026 pagi. Para seminaris kembali melanjutkan dinamika formasi di seminari menengah hingga nanti bertemu kembali di solisitasi calon imam Keuskupan Agung Semarang.







