Komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta menerima replika lukisan Santa Perawan Maria Bunda Penasihat Baik, pelindung Kevikepan Yogyakarta Barat, pada Jumat (23/10). Replika lukisan tersebut diantarkan oleh rombongan dari Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut, yang dipimpin oleh Romo Paroki, Rm. Benediktus Hanjar Krisnawan, Pr., bersama Dewan Pelayanan Pastoral Paroki Brayut.
Penerimaan replika lukisan ini menjadi bagian dari perjalanan devosi Maria Bunda Penasihat Baik di wilayah Kevikepan Yogyakarta Barat, yang pada tahun 2026 memasuki usia enam tahun sejak pemekaran resmi Kevikepan Yogyakarta menjadi Kevikepan Yogyakarta Barat dan Kevikepan Yogyakarta Timur pada 7 Oktober 2020.
Rombongan dari Paroki Brayut tiba di Seminari Tinggi Santo Paulus pada pukul 09.00 WIB. Setelah sambutan dan penerimaan oleh Rektor Seminari Tinggi, Rm. Alexius Dwi Aryanto, Pr., replika lukisan diarak menuju altar Kapel Seminari dalam suasana doa. Sepanjang perarakan, komunitas seminari bersama-sama menyanyikan lagu “O Ibu Pirembag Saé”, yakni lagu “Bunda Penasihat Baik” dalam bahasa Jawa. Nyanyian ini mengungkapkan penghormatan dan kepercayaan umat kepada Bunda Maria yang senantiasa mendampingi perjalanan hidup dan iman mereka.
Rangkaian penerimaan dilanjutkan dengan doa bersama di kapel, kemudian ramah tamah bersama rombongan dari Paroki Brayut. Pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, komunitas seminari melanjutkan penghormatan kepada Bunda Maria melalui doa Rosario yang didoakan oleh para Frater per unit.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, pada Sabtu (24/10), komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus merayakan Misa khusus bersama Romo Vikep Yogyakarta Barat, Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr. pada pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, pada Minggu (25/10), replika lukisan Bunda Maria Penasihat Baik dikembalikan ke Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates sebagai pusat Kevikepan Yogyakarta Barat.
Penerimaan replika lukisan Bunda Maria Penasihat Baik menjadi rahmat tersendiri bagi komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus. Peristiwa ini tidak hanya memperkenalkan dan memperdalam devosi kepada Bunda Maria sebagai Bunda Penasihat Baik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi komunitas Seminari Tinggi untuk mengambil bagian dalam gerak pastoral Kevikepan Yogyakarta Barat. Kehadiran rombongan dari Paroki Brayut juga menjadi tanda pentingnya membangun relasi dan persaudaraan antara komunitas seminari dan paroki-paroki di wilayah Yogyakarta. Dalam semangat berjalan bersama, perjumpaan ini mengingatkan bahwa pembinaan calon imam tidak terlepas dari kehidupan nyata umat dan dinamika Gereja lokal.
Melalui peristiwa sederhana namun penuh makna ini, komunitas seminari diajak untuk makin terbuka terhadap gerak pastoral keuskupan, bertumbuh dalam semangat kebersamaan, serta meneladan Bunda Maria yang senantiasa mengarahkan umat kepada Kristus. Semoga kehadiran replika lukisan Bunda Maria Penasihat Baik semakin meneguhkan perjalanan iman dan panggilan seluruh komunitas, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan dengan paroki-paroki di Kevikepan Yogyakarta Barat.
MAC





