Doa Pembuka

     Allah Mahapengasih, kami percaya kepada Mu bahwa telah sepanjang segala abad Engkau melindungi kami umat Mu yang berdosa ini. Kami mohon rahmat keteguhan hati dan kepercayaan selalu akan Dikau Sang penyelenggara dan sumber segala kehidupan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin

Renungan

     Bacaan injil pada hari ini mengajarkan kepada kita akan Yesus yang sangat mencintai umat-Nya. Berkisah mengenai Yesus yang membasuh kaki para murid, kemudian Yesus memberi pesan kepada para muridnya untuk melakukan hal yang sama yaitu membasuh saling membasuh kaki. Peristiwa membasuh kaki dalam kehidupan manusia erat berhubungan dengan pelayanan dan juga rasa cinta anak dengan orangtua. Persis, pelayanan dan cinta ini adalah hal yang hendak diajarkan Yesus kepada para murid. Namun yang terjadi pada waktu itu adalah para murid tidak juga paham akan hal ini. Meskipun demikian Yesus tetaplah setia hingga ia menuju salib sengsara, wafat dan kemudian bangkit.

  Dalam bacaan pertama Rasul Paulus mengisahkan secara singkat bagaimana jatuh bangun Bangsa Israel dalam mengikuti Allah. Berkali-kali Bangsa Israel tidak setia dan terlihat cenderung ingin melakukan apa yang mereka inginkan. Keterbukaan hati akan kasih Allah adalah hal yang tidak dimiliki oleh Bangsa Israel dan juga para murid. Para murid terbuka hatinya setelah mengetahui bahwa Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka.. Pada sisi yang lain Bangsa Israel menjadi sangat percaya ketika mereka mendapatkan kebaikan atau hal yang menggembirakan.

     Kehidupan manusia akan selalu penuh dengan perkara dan berbagai hal yang menggembirakan pula. Bertolak dari bacaan hari ini kita diajak untuk memahami betapa setianya Allah dalam mendampingi dan menyertai kehidupan manusia. Tidak hanya menyertai, Yesus sungguh memberikan contoh nyata dalam kehidupan yaitu dengan membasuh kaki. Marilah kita membuka hati akan kasih Allah dalam kehidupan ini dengan selalu mensyukuri kehidupan, mewartakannya dan berhenti mengidungkan litani keluhan.

Doa Penutup

     Tuhan, kami bersyukur atas sabda-Mu pada hari ini. Semoga kami dapat selalu terbuka dan bersyukur atas segala rahmat dan kasih-Mu. Dengan demikian kami dapat semakin berani lagi dalam usaha kami menjadi pewarta dengan memberikan kesaksian iman kami. Demi Kristus Tuhan dan jalan keselamatan kami. Amin

Fr Konstantinus Aji (Tk:III)

 

Switch Language >>